Thursday, 18 August 2011

Duhai kader-kader manja !


Jalan ini masih panjang ^^,















Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi. Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja, merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Duh kader-kader manja, masalah pribadi jadi masalah lembaga. Harusnya fokus memikirkan umat, tapi sibuk mengungkit masalah internal yang dibuat buat. Kapan kita geraknya sobat?

Duh Kader-kader manja, selalu enggan datang rapat, kalaupun datang pasti bilangnya “afwan telat”

Duh kader-kader manja, inginnya selalu instan. Ingin dapet jabatan. Ingin terlihat mapan. Kalau tidak berhasil jadinya menjauh dari perkumpulan. Barisan patah hati pun jadi bermunculan.

Duh kader-kader manja, ingin ini ingin itu tapi tak mau bergerak. Hanya bisa berteriak-teriak, duh sampe suaranya serak, tak banyak manfaat.

Duh kader-kader manja, senangnya mengkritisi tapi tak memberi solusi, panjang lebar berdiskusi tapi tak ada aksi.

Duh kader-kader manja, ternyata usia tak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan. Bersikap seperti anak-anak padahal beban dakwah semakin banyak.

Umat ini sedang butuh kontribusimu, jangan kau tambah lagi masalah umat dengan kemanjaanmu.

Ingat ! Komitmen kita di jalan dakwah ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar.

Jadi jangan beralasan meninggalkannya hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi.

Syurga itu amat mahal takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja.

Buanglah sifat manja, buktikan bahwa kita kader-kader dakwah yang siap bekerja untuk umat dan bangsa.



Mood * muhasabah atas segala kemanjaan dalam dakwah. =.="

* Ni copy paste, tapi lupa sumber. Moga Allah menganjarinya dengan syurga. 








Wednesday, 17 August 2011

Ketaatan itu.

 
 
Seorang lelaki soleh bertanya,
"Ibu, macam mana saya nak tahu bakal isteri saya akan taat pada saya?" 
Ibunya menjawab :
"Kamu lihat ketaatannya pada ibu bapa dan agamanya kerana isteri yang taat itu bermula daripada anak yang taat.."
 

Thursday, 11 August 2011

Kalau kamu tahu.







Bismillah.


Kalau kamu tahu, betapa resahnya diri ini atas apa yang berlaku, aku yakin, pasti mengalir air matamu.


Kalau kamu tahu, betapa buntunya diri ini dalam menghadapi masalah ini, pasti kamu akan segera beristighfar memohon ampun dari yg Maha Esa atas kekhilafan.


Kalau kamu tahu betapa sunyinya aku melalui hari-hari tanpamu, pasti air matamu akan mengalir lagi.


Tidak tahu macam mana aku mampu jelaskan pada kamu.


Tidak pernah terfikir, untuk mecari yang lain menggantikan dirimu.


Tetapi, ini adalah arahan. Yang mana arahannya cuma, fokuskan kecintaan pada Allah Taala. Atas sebab itu, mungkin si murabbi menyuruh menukar nombor tanpa memberitahu kamu. Agar kamu tidak kecewa lagi, dan agar kamu tidak terluka lagi.


Aku sendiri tidak mampu memberikan kepastian akan hubungan ini. Semoga Allah mengaturkan sesuatu yang terbaik.


Aku mohon pada kamu, ikhlaskan kembali niat. Kuatkan hati. Lakukanlah segalanya atas kecintaan kamu pada Allah.


Jaga akhlakmu, jaga sakhsiyahmu, jaga kemuliaan dirimu sebagai wanita solehah.


Kalau kamu sedih, tilawahlah.
Kalau kamu kecewa, banyakkanlah tilawah.
Kalau kamu sunyi, tilawahlah.
Kalau kamu diganggu dengan sapaan pergaulan bebas, maka tilawahlah.


Andai kamu penat dengan kerenah manusia, tilawahlah.
Andai tidak ada manusia yg ingin mendengar luahanmu, makan tilawahlah.
Andai ada yang melukakan hatimu lagi, teruskanlah tilawahlah.


Atas segala yang terjadi, jangan sesekali meninggalkan tilawah.
Kamu akan merasai kemanisannya.
Itulah penemanku kini.
Aku harap, kamu juga begitu.


Semoga Allah susun yang terbaik.





:. Menjalani hari-hari sendiri.

Monday, 8 August 2011

Wahai pemuda beriman, hijabkan pandangan kalian.





Bismillah.


Kebelakangan ini saya tengok banyak betul komen-komen berkaitan aurat. Semakin banyak saya lihat kita saling menyalahkan satu sama lain. Sama-sama mencari kesalahan orang lain, hingga kadangkala kita terlupa diri kita.


Memang benarlah, tatkala kita terlalu banyak masa lapang, kita akan disibukkan mencari kesalahan orang lain.


Kita lupa amalan-amalan harian kita. Kita lupakan tilawah kita, kita lupakan zikir mathurat kita, kita lupa solat sunat kita, hingga banyak benar masa kita terluang.



Saudaraku,

 Tatkala kita sibuk menyalahkan para wanita yang tidak menutup aurat dengan sempurna. Tatkala kita mengatakan kepada mereka bahawa mereka itu golongan kaum hawa yang rosak, kita lupa bebrapa perkara.


Kita lupa saudaraku, bahawa kita adalah sang penyeru, bukan sang penghukum.


Kita lupa firman Allah dalam surah 16 ayat 126, yang mana Allah mengatakan,

 
" Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik"


Ya, aku tidak nafikan, memang menjadi kesalahan para wanita andai mereka tidak menutup aurat dengan sempurna. Malah ada yang begitu tegar memaparkan gambar yang kurang baik di bulan yang mulia ini.


Tetapi lupakah kita pada firman Allah Taala,


Nah, bukankah sebelum Allah mengingatkan para wanita agar menjaga diri mereka, Allah mengingatkan kita dulu, wahai pemuda-pemuda yang beriman !



Sangat jelas !


Allah menyuruh kita, para laki-laki yang beriman, agar tundukkan pandangan kita.


Atau dalam bahasa mudahnya, kita yang perlu memakai tudung pada mata kita. Memakai hijab pada pandangan kita.


Ouh, mungkin ayat ini hanya untuk lelaki yang beriman, hingga kita tidak tergegak untuk menundukkan pandangan kita.



Kesimpulan

Akhi, wa ukhti.

Jagalah pandangan kalian. Jangalah kehormatan kalian. Andai kalian beriman. (",)